Ali Tatyana | Terjemahan Lagu: If I Ever Love Again

Ali Tatyana - Arti Lirik If I Ever Love Again

How many times can I die?
Berapa kali saya bisa mati?
How many times can I break inside?
Berapa kali saya bisa masuk?
How many times can I pray, oh, Lord, to take this pain away?
Berapa kali saya bisa berdoa, oh, Tuhan, untuk menghilangkan rasa sakit ini?
He was the song in my soul.
Dia adalah nyanyian di jiwaku.
But now that song will never play.
Tapi sekarang lagu itu tidak akan pernah dimainkan.
Instead a silence now falls over me.
Sebaliknya, keheningan sekarang menimpaku.


How many tears have I felt before I learned to forgive myself?
Berapa banyak air mata yang kurasakan sebelum aku belajar memaafkan diriku sendiri?
How many trials can I face before I start to lose my faith?
Berapa banyak cobaan yang bisa saya hadapi sebelum saya mulai kehilangan iman saya?
How many hearts have to mend before the poet rhymes again?
Berapa banyak hati yang harus diperbaiki sebelum sajak penyair lagi?
‘Cuz the feeling of you covers me.
‘Cuz perasaanmu meliputi aku.


Refrain:
Menahan diri:
If I ever love again, it would be with you again.
Jika aku pernah mencintai lagi, itu akan bersamamu lagi.
‘Cuz there’s nothing that I can do to make me keep me away from you.
‘Cuz tidak ada yang bisa kulakukan untuk membuatku menjauhkanku darimu.
If I ever love again, it would be with you again.
Jika aku pernah mencintai lagi, itu akan bersamamu lagi.
‘Cuz my life in not complete, baby till you’re here with me.
‘Cuz hidupku tidak lengkap, sayang sampai kamu disini bersamaku.


How many times did I try to hold you near when you said goodbye?
Berapa kali aku mencoba menahanmu saat kau mengucapkan selamat tinggal?
How times did you judge before you knew who I really was?
Berapa kali Anda menilai sebelum Anda tahu siapa saya sebenarnya?
You were the fire in my day
Kamu adalah api di hariku
But now the flame has burned away.
Tapi sekarang nyala api telah habis terbakar.
And only shades of the past color me.
Dan hanya nuansa warna masa lalu saya.


Refrain.
Menahan diri.


He was the song in my soul.
Dia adalah nyanyian di jiwaku.
But now that song will never play.
Tapi sekarang lagu itu tidak akan pernah dimainkan.
Instead, a silence now falls over me.
Sebaliknya, keheningan sekarang menimpaku.


Refrain.
Menahan diri.


I can’t help myself.
Aku tidak bisa menahan diri.
I want you and no one else.
Aku menginginkanmu dan tidak ada orang lain.
Baby it’s the way I feel over you.
Sayang begitulah perasaanku atas dirimu.
Baby till you’re here with me…
Sayang sampai kau di sini bersamaku …
x 2
x 2